UPDATE
Banner IDwebhost

Langkat Go International! Gandeng UNDP, Syah Afandin Bidik Pembangunan Kelas Dunia di Bukit Lawang hingga Tangkahan

Bupati Langkat Syah Afandin (Kanan) bersama Deputy Resident Representative UNDP Indonesia, Sujala Pant (kiri), Selasa (12/5). Foto: Kominfo

BERITA LANGKAT Kabupaten Langkat bersiap naik kelas ke kancah global. Bupati Langkat, H. Syah Afandin, SH, secara resmi menerima audiensi dari United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia di Rumah Dinas Bupati, Selasa (12/05).

Pertemuan strategis ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan langkah nyata Pemkab Langkat dalam menyeret perhatian dunia internasional untuk membangun ekonomi, pariwisata, hingga pelestarian lingkungan di "Negeri Bertuah".

Misi "Asta Cita" dan Ekonomi Berkelanjutan


Audiensi ini menjadi bagian krusial dari misi ketujuh Bupati Langkat: menggenjot pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan UMKM. 

Deputy Resident Representative UNDP Indonesia, Sujala Pant, menegaskan bahwa potensi Sumatera Utara, khususnya Langkat, sangat selaras dengan Asta Cita Presiden dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“UNDP memiliki kemitraan jangka panjang dengan Sumatera Utara. Kami melihat Langkat memiliki potensi luar biasa, dan kami ingin mensinergikan visi pembangunan daerah dengan program berkelanjutan internasional,” ujar Sujala Pant.

Fokus pada "Tiga Pilar" Wisata Alam

Dalam diskusi hangat tersebut, tiga kawasan wisata ikonik Langkat menjadi sorotan utama:

  • Bukit Lawang
  • Tangkahan
  • Sei Bingai
UNDP menilai ketiga kawasan ini memiliki daya tawar tinggi sebagai destinasi berbasis konservasi. Tidak hanya soal keelokan alam, UNDP juga berkomitmen mendukung pengelolaan sampah (waste management) dan pemberdayaan masyarakat agar warga lokal tidak hanya jadi penonton, tapi pemain utama dalam industri wisata.

Syah Afandin: Wisata Tumbuh, Alam Terjaga


Bupati Syah Afandin menyambut baik peluang kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa kekayaan alam Langkat, mulai dari hutan lindung hingga ekosistem mangrove memerlukan pendampingan profesional agar bisa dikelola secara berkelanjutan.

“Kami ingin pembangunan di Langkat tetap menjaga keseimbangan. Wisata harus tumbuh, lapangan kerja terbuka untuk rakyat, UMKM bangkit, tapi kelestarian alam tetap menjadi harga mati,” tegas Bupati yang akrab disapa Bang Ondim ini.

Bupati berharap, tangan dingin UNDP dapat membantu mempercepat realisasi visi Langkat sebagai daerah maju yang tetap memegang teguh prinsip pelestarian lingkungan.

Kehadiran lembaga PBB seperti UNDP di Langkat adalah sinyal positif bagi masa depan pariwisata kita. (rel)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image