UPDATE
The Vajra

Bupati Langkat Dikritik Warga karena Berada di Luar Kota Saat Banjir Besar

BERITA LANGKAT - Situasi darurat yang melanda Kabupaten Langkat akibat banjir bandang pada Selasa–Kamis (25–27/11/2025) memicu reaksi keras dari masyarakat. Di tengah musibah besar yang merendam ribuan rumah warga, sebuah unggahan di media sosial Facebook menjadi sorotan publik.

Dalam postingan akun Datok Badren, terlihat kritik terbuka yang ditujukan kepada Bupati Langkat Syah Afandin. Unggahan bergambar pemandangan pantai itu bertuliskan:

“Luar biasa Bupati Langkat, wilayah yang dipimpinnya lagi mengalami musibah, dia lagi berada di luar kota.”

Unggahan tersebut mendapat puluhan komentar dan reaksi dari warga. Salah satu komentar yang menonjol berbunyi: “Suruh pulang Datok,” disertai emoji tertawa, menggambarkan kekecewaan bercampur sindiran dari masyarakat.

Bupati Syah Afandin Disebut Sedang di Bogor

Informasi yang diterima redaksi Langkatoday.com menyebutkan bahwa Bupati Syah Afandin sudah dua hari berada di Bogor, sejak Selasa (25/11). Keberadaan beliau di luar daerah memicu tanda tanya besar di tengah meningkatnya bencana banjir bandang di sejumlah kecamatan, termasuk Stabat, Hinai, Tanjungpura, Padang Tualang, dan Wampu.

Ketika awak media mencoba meminta konfirmasi, Bupati Syah Afandin memilih bungkam dan belum memberikan keterangan terkait agenda maupun alasan berada di luar kota saat daerahnya mengalami bencana besar.

Sekda Langkat Ambil Alih Koordinasi Lapangan

Meski demikian, penanganan bencana banjir tetap berjalan. Sekretaris Daerah (Sekda) Langkat Amril diketahui telah turun tangan dan mewakili Bupati dalam menangani situasi di beberapa titik banjir.

Sekda Amril memimpin koordinasi bersama BPBD, camat, dan aparatur kelurahan untuk melakukan evakuasi warga, pendataan titik banjir, serta mengaktifkan dapur umum di beberapa posko.

Sejumlah camat juga memastikan bahwa evakuasi sedang berjalan dan bantuan logistik mulai disalurkan.

Warga Harapkan Kehadiran Pemimpin di Masa Krisis

Kritik warga di media sosial menunjukkan bahwa masyarakat berharap kehadiran langsung kepala daerah saat terjadi bencana besar. Kehadiran pemimpin dinilai penting untuk memberikan arahan, memastikan respons cepat, sekaligus menunjukkan empati kepada warga terdampak.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image