Langkat Masuk Zona Waspada, BMKG Deteksi 48 Titik Panas
![]() |
| Ilustrasi foto by Tim Langkatoday.com |
BERITA LANGKAT - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan mendeteksi 48 titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Sumatera Utara dalam beberapa hari ke depan. Kabupaten Langkat menjadi salah satu daerah yang masuk dalam zona kewaspadaan seiring cuaca terik dan minimnya potensi hujan.
Prakirawan BMKG Wilayah I Medan, Putri Afriza, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh cuaca cerah hingga cerah berawan dengan intensitas penyinaran matahari yang tinggi, terutama pada pagi hingga siang hari.
“Dalam beberapa hari terakhir, sebagian wilayah Sumatera Utara mengalami cuaca cerah dengan radiasi matahari maksimal karena minimnya tutupan awan,” ujar Putri Afriza, Selasa (27/1).
BMKG mencatat, pertumbuhan awan konvektif yang terbatas di wilayah Sumatera Utara bagian timur menyebabkan panas terakumulasi di permukaan daratan. Kondisi tersebut diperparah oleh massa udara kering di lapisan bawah atmosfer yang menghambat pembentukan awan hujan.
Selain itu, pola angin regional yang relatif lemah membuat distribusi panas tidak berjalan optimal, terutama di kawasan daratan dan wilayah perkotaan.
“Akumulasi panas ini meningkatkan risiko munculnya titik panas. Jika hotspot terdeteksi, artinya kondisi lahan, vegetasi, atau dedaunan berada dalam keadaan sangat kering dan rentan terbakar,” jelasnya.
BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah, khususnya di wilayah rawan seperti Langkat, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kebakaran lahan terbuka.
Berdasarkan data BBMKG Wilayah I Medan, hingga Senin (26/1) tercatat 48 titik panas tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Utara. Titik panas terbanyak terpantau di Kabupaten Tapanuli Tengah sebanyak 14 titik, disusul Mandailing Natal 7 titik, Humbang Hasundutan 6 titik, dan Kabupaten Karo 4 titik.
Sementara itu, titik panas juga terdeteksi di Kabupaten Dairi (2), Labuhanbatu (3), Labuhanbatu Selatan (1), Nias Utara (2), Padang Lawas Utara (3), Tapanuli Selatan (2), serta Tapanuli Utara (2 titik).
BMKG mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, meningkatkan pengawasan di area perkebunan dan hutan, serta segera melapor kepada aparat atau pihak berwenang jika menemukan tanda-tanda kebakaran.


