TNI Bangun Jembatan Bailey di Perbatasan Wampu–Padang Tualang, Akses Vital Warga Langkat Dipulihkan
BERITA LANGKAT – Sejumlah personel prajurit TNI dikerahkan untuk membantu pembangunan jembatan Bailey di perbatasan Desa Besilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, dan Desa Banjaran Raya, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Kamis (15/1). Pembangunan jembatan ini dilakukan guna memulihkan akses transportasi vital yang menghubungkan dua kecamatan tersebut.
Pengerjaan jembatan dipimpin langsung oleh Kapten Czi M Fajar Arismunandar dengan melibatkan 23 personel gabungan dari berbagai satuan, yakni Yonzipur 1/Dhira Dharma, Yonzikon 14/SWS, Yonzipur 11/Durga Wane, serta Babinsa Koramil 07/Stabat Kodim 0203/Langkat.
Kapten M Fajar menjelaskan, jembatan yang dibangun merupakan jembatan Bailey tipe 2-1 dengan panjang 30 meter dan lebar 3,65 meter. Infrastruktur tersebut sangat dinantikan masyarakat karena menjadi jalur utama penunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, serta mobilitas warga antarwilayah.
“Jembatan ini merupakan akses penting bagi masyarakat. Karena itu pengerjaan dilakukan secara maksimal agar segera dapat digunakan,” ujar Kapten M Fajar.
Untuk mendukung kelancaran pembangunan, TNI juga mengerahkan sejumlah alat berat, di antaranya mobile crane 25 ton, excavator, serta armada long cargo untuk pengangkutan material.
Hingga Kamis sore pukul 17.00 WIB, progres pembangunan jembatan telah mencapai sekitar 40 persen. Saat ini, personel fokus pada pemasangan gelagar lintang sebagai bagian utama struktur jembatan sebelum dilanjutkan ke tahap pemasangan lantai dan pelapis aus.
“Seluruh material pendukung seperti baut, balok pengapit, hingga papan lantai sudah tersedia di lokasi,” tambahnya.
Pembangunan jembatan Bailey ini dipilih karena dinilai efisien, kuat, dan cepat dalam menangani kondisi darurat maupun kebutuhan jangka panjang. Dandim 0203/Langkat melalui jajaran di lapangan memastikan pengerjaan akan terus dikebut agar jembatan segera dapat difungsikan dan aktivitas masyarakat kembali normal.

