UPDATE

Bupati Langkat Soroti Distribusi Bantuan Bencana, Akui Kelemahan dan Minta Pengawasan Diperketat

BERITA LANGKATSyah Afandin menyoroti sejumlah persoalan dalam distribusi bantuan bencana di Kabupaten Langkat saat membuka kegiatan Halalbihalal Pemerintah Kabupaten Langkat yang digelar di Pendopo Jentera Malay, Rumah Dinas Bupati, Senin (30/3).

Dalam pidatonya, Bupati menegaskan bahwa berbagai peristiwa bencana yang terjadi belakangan ini menuntut respons yang lebih agresif, cepat, dan terkoordinasi dari seluruh jajaran pemerintah.

“Situasi bencana ini tidak bisa kita tangani dengan cara biasa. Harus ada gerak cepat, koordinasi kuat, dan kepedulian bersama,” ujarnya di hadapan para pejabat dan undangan yang hadir.

Distribusi Bantuan Disorot

Bupati mengakui masih terdapat kendala dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak. Ia menyebutkan bahwa sebagian bantuan belum seluruhnya tiba, sementara sebagian lainnya baru mulai disalurkan, khususnya untuk perbaikan rumah warga.

Ia juga mengungkap adanya penyesuaian data bantuan, dari sebelumnya tercatat sebanyak 408 penerima menjadi sekitar 286 penerima setelah dilakukan evaluasi.

“Ini harus kita luruskan. Jangan sampai bantuan tidak tepat sasaran atau menimbulkan persoalan baru di masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan mampu mengurangi beban masyarakat yang terdampak banjir dan bencana lainnya di wilayah Langkat.

Tekankan Pengawasan dan Konsolidasi

Dalam kesempatan itu, Bupati meminta seluruh pihak terkait untuk memperkuat pengawasan serta konsolidasi lintas sektor.

Ia secara khusus menugaskan tim terkait, termasuk BKK dan unsur pimpinan lainnya, untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Ia juga menyinggung pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran bantuan. Beberapa angka turut disampaikan sebagai gambaran nilai bantuan, yakni sekitar Rp200.000 hingga total pengeluaran di bawah Rp300.000, yang menurutnya harus dikelola secara akuntabel.

“Pengawasan ini penting, jangan sampai apa yang kita lakukan justru menjadi beban moral dan dosa karena tidak tepat sasaran,” ujarnya.

Akui Kelemahan Internal

Dalam pidatonya, Bupati juga secara terbuka mengakui masih adanya kelemahan dalam internal pemerintahan. Ia meminta seluruh jajaran untuk tidak alergi terhadap kritik dan menjadikan masukan sebagai bahan perbaikan.

“Saya menyadari kita belum sempurna. Karena itu saya minta semua pihak terbuka menerima koreksi demi perbaikan ke depan,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk tetap solid dan menjaga kekompakan dalam menghadapi kondisi yang dinilainya sebagai situasi luar biasa.

Mengakhiri sambutannya, Bupati menyampaikan harapan agar seluruh upaya yang dilakukan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia juga memohon doa serta dukungan agar pemerintah daerah mampu menjalankan amanah dengan lebih baik ke depan.

Pidato tersebut ditutup dengan permohonan maaf serta salam penutup sebagai bentuk refleksi dan komitmen untuk terus melakukan pembenahan di Kabupaten Langkat.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image