Menteri PPPA Dampingi Pemulihan Psikososial Anak Korban Banjir di Langkat
![]() |
| Menteri PPPA Arifah Fauzi (pegang mic) turun langsung ke Dusun Sei Pakis, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, untuk memberikan dukungan psikososial serta bantuan bagi anak-anak yang terdampak banjir. (Foto: Istimewa) |
BERITA LANGKAT - Memasuki awal tahun 2026, pemerintah pusat terus mengakselerasi penanganan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera. Salah satu fokus utama adalah pemulihan psikososial anak-anak korban bencana, yang menjadi perhatian khusus Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
Menteri PPPA Arifah Fauzi turun langsung ke Dusun Sei Pakis, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, untuk memberikan pendampingan psikososial serta menyalurkan bantuan bagi anak-anak yang terdampak banjir. Wilayah ini menjadi salah satu kawasan dengan dampak cukup parah, di mana sejumlah rumah warga mengalami kerusakan.
Berdasarkan data, sekitar 1,7 juta penduduk terdampak bencana di Sumatra Utara. Khusus di Kabupaten Langkat, tercatat 437 jiwa terdampak banjir. Pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus mempercepat pemulihan, termasuk pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri PPPA bersama tim memberikan layanan konseling dan bimbingan kepada sekitar 140 anak di Dusun Sei Pakis. Anak-anak juga menerima bingkisan berupa alat tulis, buku gambar, serta permainan edukatif sebagai bagian dari upaya pemulihan psikologis.
Salah seorang anak korban bencana, Syakila Dwi Andini, siswi kelas IV sekolah dasar, mengaku senang dengan perhatian yang diberikan pemerintah.
“Dapat buku, mainan, kartu Uno, buku gambar. Terima kasih Ibu Menteri,” ujarnya dengan wajah ceria.
Menteri PPPA Arifah Fauzi menegaskan bahwa pendampingan terhadap anak-anak dan ibu hamil menjadi prioritas utama dalam penanganan pascabencana. Selain layanan konseling, Kementerian PPPA juga terus melakukan sosialisasi pemulihan psikososial kepada masyarakat.
“Kita memprioritaskan program-program di daerah terdampak bencana. Pemerintah mengoptimalkan berbagai upaya agar masyarakat mendapatkan layanan terbaik,” ujar Arifah.
Ia juga mengungkapkan bahwa lebih dari 1.000 unit hunian sementara telah dibangun untuk warga terdampak. Di sektor pendidikan, Kementerian PPPA berkolaborasi dengan kementerian terkait agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.
“Untuk sekolah, Kemendikdasmen sudah mengupayakan berbagai langkah. Mudah-mudahan menjelang masuk sekolah tanggal 5, semua dapat teratasi dengan baik,” katanya.
Melalui Forum Anak, baik di tingkat nasional maupun daerah, Kementerian PPPA turut melibatkan berbagai elemen masyarakat lintas organisasi dan lintas agama untuk menghibur serta memotivasi anak-anak agar tetap semangat melanjutkan pendidikan.
“Partisipasi masyarakat luar biasa. Ada dari Aisyiyah, Muslimat NU, hingga komunitas lintas agama. Kita bergandengan tangan untuk memberikan semangat kepada anak-anak di sini,” tegas Arifah.
Ia menambahkan, semangat anak-anak korban bencana tetap terjaga meski berada dalam kondisi sulit. “Ada yang bercita-cita menjadi tentara, polisi, pengusaha, bahkan presiden. Mereka adalah generasi dan pemimpin Indonesia masa depan,” ujarnya.
Pendampingan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan perlindungan anak sebagai prioritas utama. Pemerintah berharap, melalui program pemulihan berkelanjutan, anak-anak korban bencana tetap dapat tumbuh, belajar, dan mewujudkan cita-cita menuju Indonesia Emas 2045.

