UPDATE
The Vajra

Pemkab Langkat Luncurkan BLUD di 32 Puskesmas, Dorong Layanan Kesehatan Lebih Cepat dan Mandiri

BERITA LANGKAT - Pemerintah Kabupaten Langkat terus mendorong percepatan transformasi pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada 32 Puskesmas se-Kabupaten Langkat, yang digelar di Jentera Malay, Rumah Dinas Bupati Langkat, Selasa (30/12/2025).

Launching BLUD Puskesmas ini dilakukan langsung oleh Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH, didampingi Wakil Bupati Langkat Tiorita br Surbakti, SH, Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat H. Amril, S.Sos., M.AP, serta dihadiri para kepala perangkat daerah, seluruh Kepala UPT Puskesmas se-Kabupaten Langkat, dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Langkat Thomas Hamonongan Simarmata.

Badan Layanan Umum Daerah merupakan pola pengelolaan keuangan yang memberikan fleksibilitas dan kemandirian kepada unit pelayanan publik, termasuk Puskesmas, dalam mengelola anggaran dan operasionalnya. Melalui penerapan BLUD, Puskesmas dapat menggunakan langsung pendapatan yang diperoleh untuk membiayai kebutuhan operasional, pengadaan obat dan alat kesehatan, serta pengembangan sarana dan prasarana pelayanan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat, dr. Juliana, MM, mengatakan bahwa penerapan BLUD merupakan bagian dari transformasi layanan kesehatan yang terus dilakukan pemerintah daerah guna menghadirkan pelayanan yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

“BLUD hadir sebagai upaya percepatan dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Langkat,” ujar Juliana.

Sementara itu, Bupati Langkat H. Syah Afandin menegaskan bahwa penerapan BLUD di Puskesmas merupakan langkah strategis agar layanan kesehatan tingkat pertama mampu merespons kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat. Menurutnya, fleksibilitas pengelolaan keuangan akan berdampak langsung pada ketersediaan obat, alat kesehatan, serta peningkatan fasilitas pelayanan.

“Saya tidak mau lagi mendengar keluhan pelayanan Puskesmas yang lambat, obat kosong, atau persoalan-persoalan lainnya. Puskesmas harus menjadi tujuan utama masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan,” tegas Syah Afandin.

Bupati juga menekankan empat hal utama yang harus menjadi perhatian dalam implementasi BLUD di seluruh Puskesmas, yakni mengutamakan mutu dan keselamatan pasien, meningkatkan kompetensi serta profesionalisme sumber daya manusia kesehatan, membangun budaya kerja yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan, serta memperkuat pengawasan dan evaluasi secara berkala.

Rangkaian kegiatan peluncuran BLUD tersebut turut diisi dengan pengumuman Puskesmas terbaik dalam persiapan penerapan BLUD. Tiga Puskesmas yang memperoleh apresiasi adalah UPT Puskesmas Besitang, UPT Puskesmas Desa Lama, dan UPT Puskesmas Sambirejo.

Dengan diterapkannya BLUD di 32 Puskesmas, Pemerintah Kabupaten Langkat berharap pelayanan kesehatan di daerah tersebut semakin berkualitas, responsif, dan mandiri, sekaligus mampu menjadi garda terdepan dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image