Tabrakan Beradu Kambing Dua Angkot Timtax di Gebang, 14 Orang Luka-luka, Satu Sopir Melarikan Diri

BERITA LANGKAT – Kecelakaan lalu lintas hebat yang melibatkan dua unit angkutan kota (angkot) Timtax terjadi di Jalan Nasional Medan–Pangkalan Brandan, tepatnya di Dusun X, Desa Air Hitam, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, pada Sabtu (24/1) sekitar pukul 07.30 WIB.
Insiden "adu kambing" ini melibatkan angkot Timtax dengan nomor polisi BK 1371 RZ dan BK 1465 RK. Akibat kejadian tersebut, 14 orang yang terdiri dari sopir dan penumpang mengalami luka-luka, mulai dari luka robek hingga patah tulang serius.
Kronologi Kejadian
Kanit Gakkum Polres Langkat, Ipda Budi, menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat angkot BK 1371 RZ melaju dari arah Pangkalan Brandan menuju Medan. Di saat bersamaan, angkot BK 1465 RK datang dari arah berlawanan, yakni dari arah Medan menuju Pangkalan Brandan.
“Setibanya di lokasi yang kondisi jalannya lurus, angkot BK 1371 RZ diduga mengalami selip dan oleng ke kanan hingga bertabrakan dengan angkot BK 1465 RK yang datang dari arah berlawanan,” papar Ipda Budi.
Satu Sopir Menghilang dari TKP
Identitas pengemudi angkot BK 1371 RZ diketahui bernama Candra (40), warga Securai, Pangkalan Brandan. Namun, pasca-kecelakaan, Candra tidak ditemukan di lokasi kejadian maupun di rumah sakit, diduga melarikan diri.
Sementara itu, pengemudi angkot BK 1465 RK, Ramud Manik (40), warga Binjai, mengalami luka cukup parah berupa patah kaki kanan tertutup, luka lecet di kaki kiri, serta nyeri hebat pada tulang rusuk kiri. Saat ini, Ramud tengah menjalani perawatan intensif di RSU Mahkota Bidadari Gebang.
Daftar Korban Luka
Seluruh korban saat ini berada di RSU Mahkota Bidadari Gebang untuk mendapatkan penanganan medis. Berikut adalah data korban penumpang yang berhasil dihimpun:
- Fatmawati Tanjung (54) (Petugas PMI Langkat): Patah tangan kiri, luka robek di kepala.
- Ika Rahayu (27) (Petugas PMI Stabat): Luka robek di bibir, memar kaki kiri.
- Fatimah (43): Patah paha kiri tertutup.
- Ira Handayani (34): Patah kaki kanan tertutup, luka lecet mata.
- Anani Husna (30): Luka robek kening, hidung mengeluarkan darah.
- Jamaludin (43): Luka robek pelipis mata dan bibir.
- M. Habib (17): Luka robek di kedua betis kaki.
- Melisa (18) & Melinda (18): Luka robek di dahi dan kening.
- Masitah (28), Natasya Al Fitrah (23), Idris, dan Arkan (17): Luka robek dan lecet di berbagai bagian tubuh.
Pihak kepolisian telah mengamankan kedua kendaraan yang mengalami kerusakan berat di bagian depan sebagai barang bukti. Ipda Budi menghimbau para pengguna jalan untuk selalu waspada, terutama saat melintasi jalur lintas yang rawan terjadi selip kendaraan.
