Ustaz Das’ad Latif Soroti Politik Uang dan Peran DPRD di HUT Langkat ke-276

BERITA LANGKAT – Ustaz Das’ad Latif menyinggung tegas peran anggota DPRD sebagai wakil rakyat yang dipilih langsung melalui proses demokrasi. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur uang saat pemilihan, karena hal tersebut berpotensi melahirkan pemimpin yang tidak amanah dan abai terhadap kepentingan rakyat.
Pesan tersebut disampaikan Ustaz Das’ad Latif saat menyampaikan tausiah pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Langkat ke-276 di Alun-Alun Tengku Amir Hamzah, Jumat sore (16/1).
Menurut Ustaz Das’ad, masyarakat seharusnya memilih wakil rakyat berdasarkan moralitas, integritas, dan tanggung jawab, bukan karena uang atau pemberian sesaat. “Kalau memilih karena uang, jangan heran kalau yang terpilih tidak amanah,” ujarnya di hadapan ribuan hadirin.
Dalam tausiahnya, Ustaz Das’ad mengungkapkan bahwa jika ingin Kabupaten Langkat berjaya, terdapat empat rahasia utama, salah satunya adalah menebarkan keselamatan. Ia mencontohkan peran aparat kepolisian yang harus memberikan rasa aman kepada masyarakat dan menjaga marwah seragam cokelat yang dikenakan.
Ia juga menyinggung viralnya kasus di media sosial terkait oknum pelawak yang menghina institusi kepolisian. Ustaz Das’ad mengajak masyarakat untuk mencintai polisi, namun di sisi lain menegaskan bahwa polisi harus benar-benar hadir sebagai penyelamat, pengayom, dan pelindung rakyat.
Tak hanya itu, Ustaz Das’ad menekankan pentingnya keberanian anggota DPRD untuk bersuara ketika muncul persoalan di tengah masyarakat. Ia mengingatkan agar wakil rakyat tidak diam, karena jika rakyat yang lebih dulu berbicara, dikhawatirkan dapat berujung pada tindakan anarkis.
“Menegur DPR atau pemerintah itu bukan dengan membakar kantor atau menghina, tapi melalui mekanisme yang benar,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Das’ad juga mempertanyakan siapa yang seharusnya menegur bupati jika melakukan kekeliruan. Menurutnya, tugas itu berada di pundak DPRD, bukan justru bersekongkol dengan eksekutif. Ia menilai hubungan bupati dan DPRD di Langkat selama ini terlihat sangat kompak, namun harus tetap dijaga dalam koridor pengawasan yang sehat.
Kepada bupati, Ustaz Das’ad berpesan agar menebarkan keselamatan melalui kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat, terutama dalam hal akses pendidikan dan pelayanan kesehatan. Ia menilai masyarakat tidak menuntut hal berlebihan, melainkan hanya ingin dilayani dengan baik, khususnya saat berobat ke puskesmas.
Selain itu, ia mengingatkan agar bupati memilih kepala dinas yang benar-benar mengabdi kepada rakyat, bukan yang hanya pandai menjilat. Menurutnya, budaya menjilat menjadi salah satu penyebab rusaknya tatanan pemerintahan.
“Kepala dinas sering standby di depan bupati, tapi menghilang ketika berhadapan dengan rakyat,” ujarnya.
Bahkan, Ustaz Das’ad menyindir praktik penjilatan yang melibatkan orang-orang terdekat pimpinan.
“Pilihlah kepala dinas yang dekat dengan rakyat, bukan yang menjilat, bahkan sampai lewat istri bupati. Kalau bupati senang tapi istrinya tidak, SK pun bisa tidak jalan,” katanya disambut reaksi hadirin.
Di akhir tausiahnya, Ustaz Das’ad berharap bupati dapat menjadi rahmat bagi seluruh alam. Ia menyebutkan bahwa seorang bupati justru memiliki peluang dakwah yang lebih besar dibanding seorang penceramah.
“Kalau saya ceramah di depan PNS satu kabupaten dan menyuruh salat, belum tentu semua mau. Tapi kalau bupati yang menyuruh salat berjamaah, mereka pasti mau. Setelah salat, bupatinya tinggal memanggil kepala dinasnya,” pungkasnya.
